Logo Bee Web

Pengertian Transaksi Finansial, Jenis, dan Pembukuannya

Apa itu transaksi finansial? Transaksi yang berkaitan dengan aktivitas perorangan atau perusahaan yang menimbulkan perubahan posisi keuangan
Penulis:
Lutfatul Malihah
Kategori:
Terbit: Friday, 28 March 2025
Diperbarui: Friday, 28 March 2025
Daftar Isi

Dalam dunia bisnis dan keuangan, transaksi finansial menjadi elemen penting yang mencerminkan segala aktivitas ekonomi suatu entitas. Baik itu penerimaan pendapatan, pembayaran utang, hingga investasi.

Setiap transaksi memiliki dampak langsung terhadap kondisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, memahami pengertian transaksi finansial, jenis-jenisnya, serta bagaimana mencatatnya dalam pembukuan akuntansi menjadi hal yang krusial bagi pelaku usaha.

Dengan pencatatan yang tepat, bisnis dapat menjaga transparansi keuangan, mengontrol arus kas, dan membuat keputusan strategis yang lebih akurat.

Apa itu Transaksi Finansial?

Transaksi finansial atau transaksi keuangan adalah aktivitas perorangan atau perusahaan yang menimbulkan perubahan posisi keuangan, contohnya transaksi keuangan dari kegiatan menjual, membeli, membayar gaji dan lain sebagainya.

Sedangkan secara khusus pengertian transaksi finansial bisnis menurut Wawan Djunaedi (2008) dalam bukunya “Fiqih” transaksi keuangan bisnis adalah kejadian ekonomi dalam sebuah usaha secara langsung yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan sebuah usaha, yang juga merupakan kegiatan dasar dari kegiatan usaha itu sendiri.

Dari ini, kita bisa simpulkan jika pengertian transaksi keuangan adalah transaksi keuangan adalah segala aktivitas yang melibatkan perubahan kondisi finansial suatu individu atau perusahaan akibat adanya transaksi ekonomi.

Dengan kata lain, transaksi keuangan bukan hanya sekedar pencatatan angka, tetapi juga mencerminkan aktivitas ekonomi yang terjadi dalam suatu entitas dan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan.

BACA JUGA: 7 Tahapan Cara Menyusun Laporan Keuangan Sederhana

Jenis-Jenis Transaksi Keuangan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, transaksi keuangan dapat berupa pemasukan dan pengeluaran. Namun, berdasarkan prakteknya transaksi finansial ini dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan hubungan, pertukaran keuangan, hingga pihak yang terlibat.

Berikut adalah beberapa penjelasan terkait jenis-jenis transaksi keuangan:

#Berdasarkan Pihak yang Terlibat

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Pihak Yang Terlibat

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Pihak yang Terlibat (Credit: bee.id)

Jenis transaksi finansial pertama adalah berdasarkan pihak yang terlibat. Dalam hal ini, transaksi keuangan berdasarkan pihak yang terlibat dibedakan kembali menjadi dua kelompok, yakni internal dan eksternal.

1. Transaksi Internal

Transaksi internal adalah transaksi yang terjadi di dalam perusahaan dan tidak melibatkan pihak luar. Meskipun tidak ada perpindahan dana dengan pihak eksternal, transaksi ini tetap berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.

Contohnya seperti transaksi dari depresiasi atau penyusutan aset, pemindahan barang antar divisi di perusahaan, pencatatan laba atau rugi ditahan hingga pembuatan cadangan biaya, seperti penyisihan dana untuk pengeluaran di masa depan.

2. Transaksi Eksternal

Sedangkan transaksi eksternal adalah transaksi yang melibatkan pihak di luar perusahaan, seperti pelanggan, pemasok, investor, atau lembaga keuangan. Transaksi ini mempengaruhi posisi keuangan perusahaan karena melibatkan pertukaran barang, jasa, atau dana.

Contohnya seperti, penjualan produk atau jasa kepada pelanggan, pembelian bahan baku dari pemasok, pembayaran gaji karyawan, hingga penerimaan pinjaman dari bank.

#Berdasarkan Sistem Transaksi Keuangan

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Sistem Transaksi

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Sistem Transaksi (Credit: bee.id)

Selanjutnya adalah berdasarkan sistem transaksi keuangannya, dimana transaksi ini biasanya dilakukan menjadi 3 jenis, yakni transaksi secara tunai, non-tunai dan kredit. Dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Transaksi Tunai

Transaksi tunai adalah transaksi keuangan yang dilakukan dengan pembayaran langsung menggunakan uang fisik atau saldo yang tersedia saat itu juga. Pada transaksi ini, tidak ada utang atau kewajiban di masa depan, karena pembayaran dilakukan secara penuh pada saat transaksi berlangsung.

2. Transaksi Non Tunai

Sedangkan transaksi non tunai adalah transaksi yang dilakukan tanpa menggunakan uang fisik, melainkan dengan metode pembayaran digital atau elektronik. Dalam transaksi ini, dana tetap ditransfer secara langsung, tetapi menggunakan perantara seperti kartu debit, e-wallet, atau transfer bank.

3. Transaksi Kredit

Kemudian untuk transaksi kredit adalah transaksi di mana pembayaran dilakukan secara bertahap atau ditunda dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, transaksi ini melibatkan perjanjian utang-piutang antara pembeli dan penjual, di mana pembeli memperoleh barang atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya kemudian sesuai kesepakatan.

BACA JUGA: Memahami Sistem Pemrosesan Transaksi, Jenis, Contoh dan Karakterisiknya

Tips Pencatatan Transaksi Keuangan Usaha

Berikut adalah 5 tips pencatatan transaksi keuangan usaha agar lebih efisien dan bisa Anda praktekkan untuk usaha Anda:

1. Catat Semua Transaksi Secara Konsisten

Tips pertama adalah konsisten dalam pencatatan transaksi keuangan adalah kunci utama dalam menjaga kelancaran arus kas usaha. Pastikan setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apa pun, selalu dicatat dengan detail dan tepat waktu.

Hindari menunda pencatatan karena bisa mengakibatkan lupa atau terlewatnya transaksi penting. Untuk memudahkan, Anda bisa menentukan waktu khusus setiap hari atau setiap minggu untuk melakukan pencatatan.

2. Menggunakan Aplikasi Pembukuan Keuangan

Di era digital, pencatatan keuangan manual dengan buku kas atau spreadsheet bisa menjadi kurang praktis dan rentan terhadap human error. Oleh karena itu, menggunakan aplikasi pembukuan keuangan dapat menjadi solusi terbaik untuk mencatat transaksi secara otomatis dan lebih akurat.

Pakai Beecloud, Bantu Mengelola Anggaran dan Keuangan Bisnis dengan Lebih Efisien.

Aplikasi pembukuan keuangan seperti Beecloud memungkinkan Anda untuk mencatat transaksi secara real-time, membuat laporan keuangan secara instan, serta mengelola arus kas lebih efisien. Dengan fitur otomatisasi, Anda juga bisa mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan lebih mudah dalam melacak keuangan usaha. Klik banner di atas untuk informasi di atas!

3. Memisahkan Uang Pribadi dan Usaha

Tidak hanya itu saja, tips berikutnya adalah memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Karena, salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku usaha adalah mencampur uang pribadi dengan uang bisnis.

Hal ini dapat membuat pencatatan keuangan menjadi kacau dan sulit untuk menentukan keuntungan atau kerugian usaha secara akurat. Sebaiknya, buat rekening bank terpisah untuk usaha agar semua transaksi bisnis bisa lebih mudah dilacak.

Selain itu, tentukan gaji atau dana operasional bagi pemilik usaha agar keuangan tetap terkontrol tanpa mengganggu arus kas bisnis.

4. Buat Kategori Pengeluaran dan Pemasukan

Tips selanjutnya adalah mengelompokkan transaksi keuangan berdasarkan kategori (misalnya biaya operasional, gaji karyawan, pembelian bahan baku, dan pemasukan dari penjualan) akan memudahkan Anda dalam melakukan analisis keuangan.

Dengan begitu, Anda dapat mengetahui pos pengeluaran terbesar dan mengoptimalkan efisiensi biaya. Pencatatan pengeluaran dan pemasukan ini Anda bisa mengetahui apakah usaha Anda sedang untung maupun rugi, berdasarkan selisih pengeluaran dan pemasukannya.

5. Lakukan Rekonsiliasi Keuangan Secara Berkala

Terakhir adalah lakukan rekonsiliasi keuangan secara berkala, rekonsiliasi sendiri adalah proses mencocokkan catatan transaksi dengan mutasi rekening bank atau laporan keuangan lainnya.

Dengan melakukan rekonsiliasi secara berkala (misalnya mingguan atau bulanan), Anda bisa memastikan semua transaksi sudah tercatat dengan benar dan tidak ada selisih saldo yang mencurigakan.

Proses ini juga membantu dalam mengidentifikasi potensi kesalahan pencatatan, mendeteksi adanya kebocoran keuangan, serta memastikan arus kas bisnis tetap sehat. Jika menggunakan aplikasi pembukuan, Anda bisa memanfaatkan fitur rekonsiliasi otomatis untuk mempercepat proses pencocokan transaksi dengan data bank.

Pertanyaan Terkait

Berikut adalah beberapa pertanyaan terkait transaksi finansial yang umum digunakan:

#Bukti transaksi adanya penerimaan uang karena adanya pembayaran disebut?

Bukti transaksi yang menunjukkan adanya penerimaan uang karena adanya pembayaran disebut bukti penerimaan kas. Contohnya seperti nota kontan, kuitansi, bukti setoran bank dan slip gaji.

#Transaksi apa saja yang dicatat dalam neraca pembayaran?

Dalam neraca pembayaran ada 3 jenis transaksi yang dicatat, yakni neraca transaksi berjalan, neraca modal dan keuangan dan terakhir adalah pos cadangan devisa. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Neraca Transaksi Berjalan

  • Ekspor dan impor barang (Neraca Perdagangan) → Misalnya ekspor minyak atau impor bahan baku industri.
  • Ekspor dan impor jasa → Misalnya sektor pariwisata, pengiriman tenaga kerja, dan pembayaran royalti.
  • Pendapatan primer → Misalnya gaji tenaga kerja yang bekerja di luar negeri dan pembayaran bunga investasi.
  • Pendapatan sekunder (transfer unilateral) → Misalnya kiriman uang dari pekerja migran ke keluarga di negara asal.

2. Neraca Modal dan Keuangan

  • Investasi langsung (Foreign Direct Investment - FDI) → Misalnya perusahaan asing membuka pabrik di Indonesia.
  • Investasi portofolio → Misalnya investor asing membeli saham atau obligasi di pasar modal Indonesia.
  • Pinjaman luar negeri → Misalnya pemerintah atau perusahaan meminjam dana dari bank internasional.

3. Pos Cadangan Devisa

Transaksi selanjutnya adalah pos cadangan devisa, yakni mencatat perubahan dalam cadangan devisa yang digunakan oleh bank sentral untuk menstabilkan ekonomi.

#Apa itu sistem transaksi keuangan?

Pernyataan terakhir adalah apa itu sistem transaksi keuangan? Sistem transaksi keuangan adalah mekanisme yang mengatur bagaimana suatu transaksi keuangan dilakukan, dicatat, dan diselesaikan.

Mencakup berbagai proses dan teknologi yang digunakan untuk memastikan transaksi berjalan dengan aman, efisien, dan sesuai regulasi. Sistem ini penting dalam dunia bisnis dan ekonomi karena mempengaruhi kelancaran arus keuangan, keamanan transaksi, serta transparansi dalam pencatatan keuangan.

Artikel Populer

Neraca Perdagangan: Faktor Pengaruh & Dampaknya pada Bisnis
Dalam era globalisasi ini, ekonomi suatu negara tidak lagi beroperasi secara terisolasi. Salah satu aspek yang penting dalam menjaga keseimbangan
Baca Juga
[DOWNLOAD] Contoh Cash Flow Excel dan Template Membuatnya Gratis
Contoh cash flow excel berfungsi untuk mengonversi data-data akuntansi pada laporan laba rugi dan neraca menjadi suatu informasi mengenai pergerakan
Baca Juga
Contoh Matriks SWOT, Pengertian dan Strategi Penerapannya
Matriks SWOT berfungsi sebagai alat atau metode analisa peluang atau ancaman dalam bisnis, dengan analisis ini pebisnis lebih waspada dan
Baca Juga
13 Contoh Nota Pembelian dan Cara Membuatnya Lengkap
Sedang membuka bisnis baru dan butuh contoh nota pembelian sebagai bukti transaksi dengan konsumen nanti, Anda bisa membuat sendiri dari
Baca Juga
Jenis dan Contoh Pelayanan Prima di Berbagai Bidang Usaha
Pelayanan prima atau service excellent merupakan rangkaian tindakan yang diberikan untuk memberikan layanan kepada pelanggan secara maksimal agar mereka mendapat
Baca Juga
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Positioning adalah strategi pemasaran yang penting untuk membedakan produk dari pesaingnya di pasar sekaligus memudahkan proses pemasaran. Selain memudahkan melakukan
Baca Juga
Customer Service Software Akuntansi & Kasir Bee
Jam Operasional: senin - jumat jam 09.00 - 16.00 wib

Siap Mengubah Cara Anda Mengelola Bisnis

Sejak 2010, Bee telah berdedikasi untuk membantu Pengusaha di seluruh Indonesia dalam mengatasi tantangan laporan akuntansi dan keuangan. Kami siap mendukung kesuksesan bisnis Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami.
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2025 Bee.id
magnifiercrossmenu