Dalam dunia akuntansi, ketelitian dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan sangatlah penting. Salah satu alat yang sering digunakan untuk membantu proses ini adalah worksheet akuntansi atau neraca lajur.
Worksheet akuntansi merupakan kertas kerja yang digunakan untuk mengorganisir dan memeriksa data keuangan sebelum disusun menjadi laporan keuangan resmi. Dengan adanya worksheet, akuntan dapat lebih mudah mendeteksi kesalahan pencatatan, menyesuaikan saldo akun, dan memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan sudah akurat
Bagaimana cara membuatnya? simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini!
Apa yang dimaksud dengan worksheet dalam akuntansi? Istilah worksheet akuntansi juga disebut dengan neraca lajur, neraca lajur sendiri merupakan lembar kerja yang berisi kolom-kolom yang mencatat keuangan secara manual. biasanya bersifat tidak normal, sehingga penggunaannya dapat diperbaiki dan dikoreksi nanti jika memang diperlukan.
Dalam buku Dasar-Dasar Akuntansi (1981) karya Haryono Jusup, dijelaskan jika neraca lajur adalah lembar kerja berkolom-kolom yang direncanakan secara khusus untuk menampung semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan.
Apa saja isi worksheet akuntansi? Worksheet akuntansi berisi data akun yang dicatat dalam neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Sedangkan untuk penggolongan akuntan biasanya terdiri dari 6 jenis laporan, yakni:
Neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, laporan posisi keuangan atau neraca dan laporan laba rugi. Dengan menggunakan neraca lajur, proses penyusunan laporan keuangan menjadi lebih terstruktur dan memungkinkan akuntan untuk melakukan koreksi sebelum data dimasukkan ke dalam laporan akhir.
BACA JUGA: Format Neraca Lajur, Contoh dan Cara Membuatnya
Secara umum, worksheet akuntansi disusun untuk memudahkan akuntan dalam menyusun laporan keuangan, diluar itu, neraca lajur juga memiliki manfaat lain, diantaranya adalah sebagai berikut:
Anda juga bisa langsung membuat neraca lajur otomatis, tidak permu manual lagi, dengan menggunakan aplikasi pembukuan keuangan Beecloud. Dengan fitur pencatatan yang terintegrasi, Anda bisa langsung melihat laporan keuangan tanpa harus melakukan proses penyesuaian secara manual.
Selain itu, Beecloud juga dilengkapi dengan fitur otomatisasi jurnal, sehingga setiap transaksi yang dicatat akan langsung masuk ke dalam laporan laba rugi, neraca, hingga arus kas. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus pada pengelolaan bisnis tanpa perlu khawatir dengan kesalahan pencatatan atau perhitungan keuangan.
klik banner di atas untuk dapatkan akses gratis uji coba sekarang juga!
Menurut Adila Septiana (2016) dalam bukunya Pengantar Akuntansi Konsep Dasar & Praktik Untuk Perusahaan Jasa & Dagang, neraca lajur atau worksheet akuntansi dapat disusun menjadi 4 bentuk, yakni dengan format 6,8,10 dan 12 kolom.
Berikut contoh format worksheet akuntansi dan penjelasannya:
Contoh Worksheet atau Neraca Lajur 6 Kolom (Credit: bee.id)
Worksheet 6 kolom merupakan format paling sederhana dan sering digunakan oleh bisnis kecil yang hanya membutuhkan pencatatan dasar. Kolom-kolomnya terdiri dari:
Contoh Worksheet atau Neraca Lajur 8 Kolom (Credit: bee.id)
Format neraca lajur 8 kolom ini menambahkan dua kolom tambahan untuk mempermudah penyusunan laporan laba rugi dan neraca. Kolomnya meliputi:
Contoh Worksheet atau Neraca Lajur 10 Kolom (Credit: bee.id)
Kemudian untuk neraca lajur 10 kolom ini terbilang lebih kompleks dan digunakan untuk bisnis dengan transaksi yang lebih banyak. Format ini menambahkan kolom khusus untuk akun-akun neraca dan laba rugi setelah penutupan. Kolom-kolomnya terdiri dari:
Contoh Worksheet atau Neraca Lajur 12 Kolom (Credit: bee.id)
Terakhir adalah worksheet akuntansi atau neraca lajur 12 kolom, memiliki tambahan dua kolom dibandingkan format 10 kolom, biasanya digunakan untuk pencatatan laba ditahan atau perubahan ekuitas. Formatnya mencakup:
Download contoh worksheet akuntansi format excel di sini!
Berikut beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan untuk membuat worksheet di excel:
Langkah pertama dalam pembuatan neraca lajur adalah menyiapkan format tabel yang terdiri dari beberapa kolom. Biasanya, worksheet ini memiliki 6, 8, 10, atau 11 kolom, tergantung pada kompleksitas pencatatan keuangan.
Format standar terdiri dari kolom Neraca Saldo (D/K), Penyesuaian (D/K), Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (D/K), Laporan Laba Rugi (D/K), dan Neraca (D/K). Dengan format ini, data keuangan dapat diatur dengan sistematis untuk memudahkan analisis dan penyusunan laporan keuangan.
Setelah format tabel siap, langkah selanjutnya adalah mencatat saldo akun dari buku besar ke dalam kolom neraca saldo. Setiap akun dalam buku besar memiliki saldo yang harus dimasukkan dalam kolom debit atau kredit sesuai dengan sifatnya.
Aset dan beban biasanya dicatat dalam kolom debit, sedangkan kewajiban, modal, dan pendapatan dicatat dalam kolom kredit. Setelah semua saldo dicatat, jumlah debit dan kredit harus dijumlahkan untuk memastikan keseimbangannya sebelum masuk ke tahap berikutnya.
BACA JUGA: Cara Membuat Neraca Saldo, dan Contohnya, LENGKAP!
Selanjutnya, memasukkan transaksi penyesuaian ke dalam worksheet akuntansi. Penyesuaian ini melibatkan pencatatan transaksi seperti pendapatan yang masih harus diterima, beban yang masih harus dibayar, penyusutan aset tetap, atau pengakuan pendapatan diterima di muka.
Data penyesuaian dicatat dalam kolom penyesuaian debit atau kredit, tergantung pada sifat transaksi. Setelah semua penyesuaian dicatat, jumlah totalnya harus ditambahkan untuk memastikan keseimbangan
Setelah memasukkan penyesuaian, kemudian lanjutkan dengan membuat neraca saldo setelah penyesuaian, kolom neraca saldo dikombinasikan dengan data penyesuaian untuk menghasilkan neraca saldo setelah penyesuaian.
Jika suatu akun mengalami perubahan akibat penyesuaian, maka saldo akhirnya diperbarui berdasarkan penyesuaian tersebut. Jika suatu akun tidak mengalami perubahan, saldo awalnya tetap dan langsung dipindahkan ke kolom ini.
Setelah neraca saldo disesuaikan, langkah berikutnya adalah mengelompokkan akun ke dalam dua kategori utama, yaitu laporan laba rugi dan neraca.
Langkah terakhir adalah menjumlahkan kolom laba rugi dan kolom neraca untuk memastikan bahwa total debit dan kredit seimbang. Jika ada selisih antara total pendapatan dan total beban dalam laporan laba rugi, maka nilai tersebut akan menentukan apakah perusahaan mengalami laba atau rugi.
Jika terdapat laba bersih, maka nilai ini dicatat dalam kolom kredit neraca untuk menambah saldo modal. Sebaliknya, jika terjadi rugi bersih, maka nilai tersebut dicatat dalam kolom debit neraca.
Berikut beberapa contoh worksheet akuntansi yang bisa Anda pelajari:
Contoh Neraca Lajur Akuntansi (Credit: bee.id)
Contoh worksheet akuntansi Beecloud (Credit: bee.id)
Dengan menggunakan worksheet akuntansi, perusahaan dapat lebih mudah mendeteksi kesalahan pencatatan dan memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan sudah akurat serta sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
Semoga bermanfaat!