Logo Bee Web

Dividen Adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Pencatatannya

Dividen adalah bagian dari laba bersih dan dibagikan kepada pemegang saham Perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Begini cara pencatatannya
Penulis:
Farhan Anggara
Kategori:
Terbit: Thursday, 3 December 2020
Diperbarui: Tuesday, 18 March 2025
Daftar Isi

Dividen adalah salah satu kata yang sering kita dengarkan dalam kegiatan investasi dan bisnis. Kata dividen identik dengan sebuah perusahaan umum atau juga perusahaan yang telah dimasukkan dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setiap tahun, perusahaan biasanya mendistribusikan dividen kepada pemegang saham, yang bertindak sebagai investor. Jumlah dividen yang ditawarkan sering menjadi "penjualan" sehingga perusahaan menarik investor untuk membeli saham.

Namun, distribusi dividen memiliki persyaratan tertentu yang perlu diketahui dan investor. Untuk investor pemula seperti Anda, lihat penjelasan dividen dalam investasi berikut.

Pengertian Dividen

Apa itu Dividen? Dividen adalah bagian dari laba bersih dan dibagikan kepada pemegang saham Perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Di sisi lain, Perusahaan harus memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum mendapatkan pembagian dividen.

Dengan kata lain, dividen adalah penyisihan untuk cadangan laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai bentuk distribusi keuntungan perusahaan. Namun, perlu dibedakan bahwa cadangan laba (retained earnings) yang tidak dibagikan tetap menjadi bagian ekuitas perusahaan untuk ekspansi bisnis, investasi, atau keperluan lain.

BACA JUGA: Pengertian Ekuitas, Jenis dan Contohnya

Periode waktu distribusi dividen umumnya satu tahun. Namun, ini juga tergantung pada kondisi keuangan perusahaan pada waktu itu. Apabila perusahaan mengalami kerugian sehingga membutuhkan modal usaha, dividen tidak dibagikan dan bakal dialihkan sebagai laba ditahan.

Namun ada juga yang namanya capital gain dan dividen merupakan keuntungan yang dapat diperoleh dari perdagangan saham. Bedanya Capital gain merupakan keuntungan yang didapatkan dari transaksi jual/beli saham, sedangkan dividen adalah pembagian laba perusahaan.

Lantas apa itu Utang Dividen (Scrip Dividend)? Utang dividen adalah pembagian laba saham kepada semua pemegang saham yang berbentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di waktu yang akan datang. Dividen scrip bisa berupa bunga atau tidak berbunga, dan dapat diperjualbelikan kepada para pemegang saham yang lainnya.

Cara Menghitung Porsi Dividen

Rasio pembayaran dividen adalah bagian dari dividen yang dibagikan sesuai dengan jumlah pendapatan tahunan. Dalam bahasa Inggris, istilah ini disebut Indeks Pembayaran Dividen (DPR). Perusahaan mengumumkan jumlah dividen yang akan didistribusikan dalam RUPS dan kemudian menentukan bagian dividen. Berikut cara menghitungnya:

  • Tentukan rasio pembayaran dividen (DPR) yang diumumkan oleh perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). DPR ini merupakan persentase dari laba bersih tahunan yang akan dibagikan sebagai dividen.
  • Hitung total laba bersih tahunan perusahaan. Ini adalah laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan selama satu tahun fiskal.
  • Kalikan total laba bersih tahunan dengan rasio pembayaran dividen (DPR). Misalnya, jika DPR adalah 40%, maka jumlah dividen yang akan dibagikan adalah 40% dari laba bersih.
  • Identifikasi jumlah saham yang beredar. Ini adalah jumlah total saham yang dimiliki oleh para pemegang saham.
  • Bagi jumlah dividen yang akan dibagikan dengan jumlah saham yang beredar. Ini akan memberikan porsi dividen per saham.
  • Jika ingin menghitung porsi dividen untuk investor tertentu, kalikan porsi dividen per saham dengan jumlah saham yang dimiliki oleh investor tersebut. Misalnya, jika seorang investor memiliki 2.000 lembar saham, hitung porsi dividen dengan mengalikan jumlah tersebut dengan porsi dividen per saham.

Sebagai ilustrasi, Perusahaan B mencatat laba bersih tahunan sebesar Rp10 miliar. Sejak RUPS, DPR ditetapkan mendapatkan 40% dari pendapatan bersih, sedangkan jumlah saham yang beredar adalah 100 juta lembar. Oleh karena itu, jumlah total dividen yang diberikan kepada investor stok adalah:

Anda dapat menghitung, semakin banyak lembar saham yang dimiliki investor, dividen akan lebih besar diperoleh. Misalnya, seorang investor memiliki perusahaan seluas 2.000 lembar. Kemudian, dari perhitungan itu, ia akan menjadi mendapatkan dividen sebesar Rp800 ribu.

Beecloud Untuk Pencatatan Keuangan Usaha Kecil

Jenis -Jenis Dividen

Ada dua jenis dividen yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan persetujuan RUPS. berikut diantaranya:

1. Dividen Tunai (Cash Dividend)

Dividen tunai merupakan pembayaran dividen yang diberikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Ini berarti perusahaan membayar sejumlah uang kepada pemegang saham sebagai bagian dari laba bersih yang diperoleh.

Jenis dividen ini dapat dibayarkan baik sebagai dividen interim, yang diberikan sebelum akhir tahun fiskal, maupun sebagai dividen final, yang dibagikan setelah akhir tahun penutupan akuntansi keuangan.

Dengan catatan penting, jika pemegang saham telah menerima dividen interim, jumlah dividen final yang dibagikan kemudian akan dikurangi dengan jumlah dividen interim yang telah diterima oleh pemegang saham.

2. Dividen Saham (Stock Dividend)

Sedangkan dividen saham memungkinkan pemegang saham untuk menerima dividen dalam bentuk saham perusahaan, bukan uang tunai. Sebagai gantinya, perusahaan memberikan saham tambahan kepada pemegang saham sebagai dividen.

Dengan mekanisme pembayaran yang juga dapat dibagikan sebagai dividen interim atau dividen final, tergantung pada keputusan RUPS dan situasi keuangan perusahaan. Catatan pentingnya, penerimaan dividen saham tidak langsung berdampak pada kas pemegang saham seperti dividen tunai, namun dapat meningkatkan kepemilikan saham mereka dalam perusahaan.

Misalnya, investor saham telah menerima dividen menengah dari Rp 250 per saham. Kemudian, ketika dividen final dibagikan, itu hanya diperoleh Rp150 per saham. Angka ini diperoleh dari pengurangan jumlah dividen per saham, Rp.400, dikurangkan dengan dividen interim Rp 250 yang telah dibayarkan.

3. Dividen Janji Utang (Scrip Dividend)

Kemudian ada dividen janji hutang, dividen jenis ini adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk surat utang (scrip) yang menjanjikan pembayaran dividen di masa depan.

Biasanya, perusahaan menerbitkan scrip dividend ketika tidak memiliki cukup kas untuk membayar dividen tunai. Surat janji hutang ini bisa berbentuk wesel bayar atau instrumen utang lainnya dengan jangka waktu tertentu.

4. DIviden Properti (Property Dividend)

Kemudian ada property dividend, yakni dividen yang dibayarkan dalam bentuk aset selain kas, seperti barang, persediaan, atau sekuritas milik perusahaan.

Jenis dividen ini diberikan ketika perusahaan ingin menghemat kas atau memiliki aset yang nilainya meningkat dan lebih menguntungkan jika diberikan sebagai dividen. Sebelum diberikan, aset tersebut biasanya dinilai kembali ke nilai wajar (fair value).

5. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Sedangkan jenis dividen ini adalah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai bagian dari pengembalian modal saat perusahaan dalam proses likuidasi atau penutupan bisnis. Dividen ini bukan berasal dari laba perusahaan, tetapi dari modal yang tersisa setelah semua kewajiban dan utang perusahaan dibayarkan.

Pencatatan Dividen dalam Akuntansi

Dalam laporan akuntansi, dividen biasanya tidak dicatat dalam laporan laba rugi, tetapi dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan (neraca). Berikut adalah contoh pencatatan dividen dalam laporan keuangan:

BACA JUGA: Contoh Laporan Posisi Keuangan dan Cara Membuatnya

Misalkan sebuah perusahaan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp50.000.000 pada 1 Maret 20xx, yang akan dibayarkan pada 15 Maret 20xx. Maka dividen dicatat dengan cara sebagai berikut:

# Saat Penggunaan Dividen

Saat Penggunaan Dividen

# Saat Pembayaran DIviden

Saat Pembayaran Dividen

Kesimpulannya, dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham dalam bentuk tunai, saham, atau aset lainnya sebagai bentuk keuntungan atas investasi mereka di suatu perusahaan.

Dalam bentuk saham, dividen diberikan dalam bentuk saham tambahan kepada pemegang saham yang sudah ada, sehingga meningkatkan jumlah saham yang dimiliki tanpa adanya arus kas keluar dari perusahaan.

Pembagian dividen sendiri melalui beberapa tahap, mulai dari pengumuman oleh dewan direksi, penetapan tanggal pencatatan, hingga tanggal pembayaran dividen kepada pemegang saham yang berhak menerimanya.

Perusahaan yang membagikan dividen biasanya memiliki laba yang stabil dan kebijakan dividen yang jelas, sebagai bentuk apresiasi kepada investor serta menjaga kepercayaan pasar terhadap kinerja perusahaan.

Artikel Populer

Neraca Perdagangan: Faktor Pengaruh & Dampaknya pada Bisnis
Dalam era globalisasi ini, ekonomi suatu negara tidak lagi beroperasi secara terisolasi. Salah satu aspek yang penting dalam menjaga keseimbangan
Baca Juga
[DOWNLOAD] Contoh Cash Flow Excel dan Template Membuatnya Gratis
Contoh cash flow excel berfungsi untuk mengonversi data-data akuntansi pada laporan laba rugi dan neraca menjadi suatu informasi mengenai pergerakan
Baca Juga
Contoh Matriks SWOT, Pengertian dan Strategi Penerapannya
Matriks SWOT berfungsi sebagai alat atau metode analisa peluang atau ancaman dalam bisnis, dengan analisis ini pebisnis lebih waspada dan
Baca Juga
13 Contoh Nota Pembelian dan Cara Membuatnya Lengkap
Sedang membuka bisnis baru dan butuh contoh nota pembelian sebagai bukti transaksi dengan konsumen nanti, Anda bisa membuat sendiri dari
Baca Juga
Jenis dan Contoh Pelayanan Prima di Berbagai Bidang Usaha
Pelayanan prima atau service excellent merupakan rangkaian tindakan yang diberikan untuk memberikan layanan kepada pelanggan secara maksimal agar mereka mendapat
Baca Juga
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Positioning adalah strategi pemasaran yang penting untuk membedakan produk dari pesaingnya di pasar sekaligus memudahkan proses pemasaran. Selain memudahkan melakukan
Baca Juga
Customer Service Software Akuntansi & Kasir Bee
Jam Operasional: senin - jumat jam 09.00 - 16.00 wib

Siap Mengubah Cara Anda Mengelola Bisnis

Sejak 2010, Bee telah berdedikasi untuk membantu Pengusaha di seluruh Indonesia dalam mengatasi tantangan laporan akuntansi dan keuangan. Kami siap mendukung kesuksesan bisnis Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami.
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2025 Bee.id
magnifiercrossmenu